| 'Selamatkan Indonesia' untuk Anwar Ibrahim dan Sutiyoso  - Kedaulatan Indonesia dinilai carut marut oleh kepentingan asing. Mantan Ketua MPR Amien Rais mengajak membentuk pemerintahan alternatif untuk mengembalikan kedaulatan negara ini.
"Kita harusnya kembali untuk membangun kedaulatan hukum, kedaulatan ekonomi, kedaulatan pendidikan. Mari kita gagas pemerintahan alternatif dan progresif," ujar Amien Rais. Hal itu disampaikan Amien sebelum acara peluncuran bukunya 'Selamatkan Indonesia!' di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Amien menilai di bawah pemerintahan yang sekarang, kondisi Indonesia tidak akan bisa menjadi lebih baik, bahkan merosot. Namun hal tersebut bukan berarti bisa dijadikan alasan menurunkan pemerintahan di tengah jalan. "Tapi jangan diturunkan di tengah jalan, harus tunggu sampai selesai," kata tokoh reformasi ini. - Tokoh reformasi Amien Rais sepertinya tidak puas dengan pemberantasan korupsi yang diusung pemerintahan SBY-JK. Gebrakan KPK menangkap anggota DPR Al Amin Nasution belum juga cukup.
Menurut Amien, selama Istana belum betul-betul membela pemberantasan korupsi, halilintar pemberantasan korupsi belum terbentuk.Hal ini disampaikan mantan Ketua MPR ini dalam jumpa pers sebelum membuka temu wicara hukum MK dan PAN, di Hotel The Sultan, "Saya yakin sekali sumber korupsi di Istana. Saya sudah bertahun-tahun belajar ilmu politik. Saya yakin jantung korupsi itu di Istana," tegas Amien.
Amien menjelaskan, intelektual muda dari UGM dan pengamat hukum Denny Indrayana menyebutkan ada 4 episentrum korupsi. Yakni Cendana, konglomerat hitam, senjata atau tentara, dan Istana.
"Maka selama yang di Istana tidak betul-betul dengan pemberantasan korupsi maka yakinlah yang kita temukan ya itu-itu saja. Pak Antasari tidak akan lebih. Tapi kalau Pak Yudhoyono sendiri yang mengatakan akan memberantas korupsi saya baru yakin," ujar dia.
Pak, Istana itu maksudnya Istana Wapres atau Istana Presiden? "Saya menyatakan kebenaran kata-kata kekuasaan cenderung korup dan pusat kekuasaan yang mutlak, korupsinya memusat, mendalam, dan meluas. Saya melihat halilintar, geluduk pemberantasan korupsi tidak pernah terbentuk. Maka saya berani mengatakan ini, Istana adalah bagian dari korupsi," jawab Amien tak menjawab tegas. 'Selamatkan Indonesia' untuk Anwar Ibrahim dan Sutiyoso Jakarta- 10 Orang terpilih menerima 'Selamatkan Indonesia' dari Amien Rais. Mereka antara lain mantan wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Buku dengan sampul bernuansa merah itu diberikan langsung oleh Amien pada peluncuran buku 'Selamatkan Indonesia' di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Selain Anwar dan Sutiyoso, Amien juga memberikan buku itu kepada Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir, anggota DPD Mooryati Sudibyo, Arif, dan Din Syamsuddin. Amien yang mengenakan jas warna hitam juga memberikannya pada aktor Anwar Fuady, Ir Kodrati, Effendi Sirajudin, M Luthfi, Husein Khumaini, dan Fuad Bawazier."Pak Amien sebenarnya ingin berikan kepada Anda semua bukunya. Hanya saja beliau pasti tidak bisa, karena akan menyita banyak waktu. Pak Amien akan beri 10 buku kepada tokoh yang mewakili beberapa unsur," kata Sandrina Malakiano yang didapuk sebagai pembawa acara.Selain pembagian buku, acara itu juga diisi dengan pemutaran film dokumenter. Film berdurasi sekitar 20 menit itu bertajuk 'Selamatkan Indonesia'. Film itu memuat perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari kebangkitan nasional yang dibesut olh Budi Utomo, sampai realitas saat ini. Antara lain kondisi pendidikan, kemiskinan dan pengangguran yang merajalela. Film itu juga menyorot illegal logging dan kekayaan alam Indonesia yang dijarah lewat perusahaan pertambangan asing | |